Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2016

Belajar Sosiologi | pola hubungan antar kelompok

Di antaranya akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, dan integrasi

1. Akulturasi terjadi karena kedua kelompok ras yang bertemu dan berbaur. Akulturasi tidak hanya terjadi pada masyarakat yang posisi sama tetapi masyarakat yang posisinya berbeda. Dalam proses akulturasi aa juga proses dekulturasi cthnya hilangnya kebudayaan asli daerah karena interaksi paksa oleh kolonial Belanda.

2. Dominasi terjadi bila suatu kelompok ras menguasai kelompok lain. Suatu hubungan antarkelompok yaitu

A. Genosida adalah pembunuhan secara sengaja dan sistematis terhadap anggota kelompok tertentu.
B. Pengusiran contohnya, pengusiran warga Palestina oleh pemerintah Israel
C. Perbudakan
D. Segregasi adalah pemisahan antara warga kulit putih dengan hitam
E. Asimilasi adalah interaksi antar kedua kelompok yang berbeda kebudayaan sehingga muncul kebudayaan campuran.k

3. Paternalisme adalah suatu bentuk dominasi kelompok ras pendatang atas kelompok ras pribumi. Dalam pola hubungan ini Baton membedakan tiga macam masyarakat.
A. Masyarakat metropolitan (dindaerah asal pendatang)
B. Masyarakat kolonial yang terdiri atas para pensatang saerah sebagian dari masyarakat
C. Masyarakat pribumi yang dijajah.

4. Integrasi adalah suatu pola hubungan yang mengakui perbedaan ras dalam masyarakat tetapi tidak memberikab perhatian khusus pada perbedaan ras tersebut.

5. Pluralisme adalah suatu pola hubungan yang mengakui adanya h ak politik dan hak perdata masyarakat.

Minggu, 09 Oktober 2016

Pengertian dan penjelasan Marginalisasi | Sosiologi

Marginalisasi adalah proses pemutusan hubungan kelompok-kelompok dengan lembaga sosial utama, seperti struktur ekonomi, pendidikan, dan lembaga sosial ekonomi lainnya. Perbedaan antara populasi kelompok seperti.etnis, ras, agama, budaya, adat istiadat dan bahasa. Marginalisasi orang selalu melibatkan kemampuan penduduk dominan untuk melaksanakan kekuasaan atas kelompok-kelompok yang terpinggirkan.

Jumat, 07 Oktober 2016

Kelompok sosial berdasarkan hubungan sosial dan pengertiannya | sosiologi

Berdasarkan hubungan sosial dan tujuan kelompok sosial dapat dibedakan mrnjadi kelompok primer dan sekunder.

1. Kelompok primer adalah kelompok yang saling mengenal anggotanya serta terdapat kerjasama. Contoh kelompok primer keluarga, kelompok main, rukun tetangga. Jadi kelompok primer merupakan suatu kelompok dimana orang dapat mengnal satu sama lain secara pribadi dan akrab. Hubungan yang bersifat informal, akrab, personal, sentimental dan eksklusif.

Syarat syarat kelompok primer

A. Terdapat hubungan antar anggota yang erat seperti hubungan darah, kerabatan, dan pertemanan
B. Kelompok tersebut merupakan krlompok kecil
C. Anggota secara fisik saling berdekatan dan terdapat interaksi yang intensif

2. Kelompok skunder adalah kelompok besar dari banyak orang biasanya hubungan kurang akrab alias tidak harus saling mengenal pribadi karena mereka berkumpul untuk kepentingan bersama. Contohnya orang yang melakukan hubungan kontrak (jual beli)

Senin, 26 September 2016

Macam macam Indikator keberhasilan Pembangunan Ekonomi





Pembangunan ekonomi merupakan konsep yang sangat luas dan inklusif tujuan pembangunan ekonomi antara lain menyejaterahkan rakyat, bangsa dan negara. Oleh karena itu pembangunan ekonomi yang baik bisa membrantas masalah kemiskinan, dan pengangguran. Indikator ini digunakan untuk mengetahui derajat pembangunan yang dilakukan oleh suatu negara. Indikator yang termasuk ada 3 yaitu indikator moneter, indikator non moneter dan indikator campuran.


1. Indikator Moneter


adalah pendapatan perkapita dan indikator kesejahteraan ekonomi bersih.

a. Pendapatan perkapita adalah indikator moneter atas setiap kegiatan ekonomi penduduk negara. kelemahan indikator moneter perkapita ketidak mampuan untuk menggambarkan tingkat kesejaterahan masyarakat secarah utuh. tingkat pendapat bukanlah satu-satunya faktor penentu tingkat kesejahteraan penduduk melainkan ada beberapa hal seperti adat istiadat, kondisi alam dan kondisi kebebasan masyarakat.

b. Kesejahteraan ekonomi bersih adalah indikator pembangunan yang menyempurnaan metode perhitungan GNP dengan koreksi positif dan koreksi negatif. Pengertia koreksi positif adanya perhatian terhadap waktu senggang dan perkembangan sektor informal. Sementara itu koreksi negatif berkaitan dengan masalah kerusakan lingkungan hidup


2. Indikator non moneter diambil dari beberapa hal pokok yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang terdiri dari indikator sosial dan indeks kualitas hidup.


a. Indikator sosial mencakup indikator tingkat harapan hidup, konsumsi protein hewani per kapita, persentase anak-anak yang belajar disekolah dasar, menengah dan kejuruan, jumlah surat kabar, telepon dan radio, konsumsi energi per kapita.

b. Indeks kualitas hidup. Index ini diperkenalkan oelh Morris D.Morris, Indeks kualitas hidup mencangkup tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf dan angka kematian bayi.


3. Indikator campuran mencangkup indikator susenas inti dan indeks pembangunan manusia.


a. Indikator susenas inti merupakan indikator kesejahteraan yang dikembangkan oleh biro pusat statistik pada tahun 1992. Indikator ini mencangkup aspek pendidikan, kesehatan, perumahan, angkatan kerja, KB, fertilitas, ekonomi, kriminalitas, perjalanan wisata dan akses ke media massa.

b. Indeks pembangunan Manusia
diukur berdasarkan indikator tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf dam pendapatan riil per kapita yang dihitung berdasarkan paritas daya beli atau keseimbangan kemampuan berbelanja.

Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial di Indonesia


1. Kurangnya komunikasi dengan masyarakat lain

Adanya perbedaan membuat masyarakat Indonesia menjadi beragam, saat masyarakat satu dengan yang lain tidak melakukan interaksi maka tidak akan terjadi pertukaran informasi, akulturasi dan proses asimilasi.


2. Sikap Masyarakat Dominan Tradisional

Adanya banyak pandangan masyarakat yang mempercayai atau fanatik akan nenek moyang inilah yang menjadi penghamabat terjadinya perubahan sosial.


3. Perkembangan Ilmu pengetahuan yang lambat

Ilmu pengetahuan merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya perubahan sosial. keterlambatan atau kemunduran dalam ilmu pengetahuan akan menjadi penghambat terjadinya perubahan, misalnya zaman sekarang orang sudah menggunakan teknologi dalam dunia pangan tetapi kita masih menggunakan cara tradisional seperti menumbuk padi dll.


4. Adat atau kebiasaan

Adat merupakan pola-pola perilaku dalam memenuhi kebutuhan di masyarakat. Apaila ada pola-pola baru yang tidak sesuai dengan adatnya maka akan ada timbul konflik yang menghambat perubahan.


5. Adanya Kecurigaan Negatif terhadap hal-hal baru

hal ini disebabkan oleh pikiran yang selalu kearah negatif misalnya dulu kita pernah dijajah oleh Belanda, ada masyarakat yang melihat orang belanda datang ke Indonesia dan berprasangka kalau mereka datang lagi utnuk menjajah Indonesia.


6. Adanya hambatan bersifat Ideologis

adakalanya perubahan tersebut tidak sesuai dengan ideologi yang dianut maka perubahan tersebut tidak akan pernah atau sulit untuk masuk kedalam.